Selamat Datang di Website Resmi Pengadilan Agama Tabanan
Home / Berita / Bersama Lapas, Pengadilan Agama Tabanan Canangkan Pembangunan Zona Integritas

Bersama Lapas, Pengadilan Agama Tabanan Canangkan Pembangunan Zona Integritas

TABANAN – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri sekaligus mengapresiasi acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang digelar Lapas Klas II B Tabanan dan Pengadilan Agama Tabanan, di Aula Rapat Lapas setempat, Senin (4/3/2019).

Kalapas, I Putu Murdiana menjelaskan, untuk memenuhi pelayanan masyarakat yang lebih baik menuju WBK dan WBBM, pihaknya telah berbenah di berbagai sektor. Diantaranya pendataan berbasis aplikasi, mulai dari pendataan narapidana masuk dan keluar juga belanja di kantin Lapas setempat menggunakan aplikasi e-Money. “Semua berbasis aplikasi yang mendata semua narapidana dari tanggal masuk hingga lepas dari Lapas,” ungkapnya.

Dijelaskan, di dalam aplikasi akan muncul secara langsung pembinaan apa saja yang akan dilakoni oleh para narapidana yang baru masuk. “Sehingga mereka tahu persis apa yang menjadi tugas mereka selama di dalam tahanan. Segala pelayananan dengan teknologi mereka dapatkan dengan baik tanpa pungutan liar. Bahkan di kantin kita belanja dengan sistem e-money, mengunjungi keluarga juga dengan e-money, sehingga tidak ada pungutan-pungutan liar lagi yang membuat citra lapas menjadi buruk,” jelasnya.

Ditegaskan, Lapas terus berupaya semaksimal mungkin di dalam mewujudkan pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi. “Kami juga terus berupaya semaksimal mungkin melengkapi perlengkapan kami menuju WBK dan WBBM, sehingga bisa berjalan efektif dan efisien. Semoga ini menjadi pemicu kami dalam berkerja menuju Tabanan yang Serasi,” tegasnya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan agar kegiatan ini bukan hanya sekedar pencanangan terus berhenti begitu saja. ”Tapi kegiatan ini harus diwujudkan dan direalisasikan dengan tindakan nyata, sehingga berdampak pada masyarakat yang kita layani,” jelasnya. Bupati Eka juga berpesan kepada semua pihak Lapas Klas II B Tabanan untuk mensosialisasikan hal-hal positif yang telah dilakukan pihak Lapas kepada masyarakat.

”Angkat hal-hal positif yang telah dilakukan, sehingga Lapas mempunyai kesan positif di masyarakat. Karena Lapas mempunyai program-program yang baik dan keterampilan kreatif dari narapidana. Mudah-mudahan dengan dibina disini, mereka nantinya bisa bermanfaat di masyarakat seusai menjalani hukuman. Sukses untuk acara ini, sehingga kita bisa bersama-sama mewujudkan visi misi kita, yakni menuju Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi,” harapnya.

Ketua Ombusdman Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab menjelaskan, pencanangan Pembangunan Zona Integritas ini merupakan suatu entitas baru di politik yang disebut Hak Asasi Manusia (HAM) gelombang ke 4. “Kalau Bapak-bapak dan Ibu-Ibu tidak melayani maka akan disebut pelanggar HAM. Bukan Dandim dan Kapolres saja yang nanti dibilang pelanggar HAM, tapi kedepannya Bapak-Ibu sekalian atau aparatur sipil Negara yang tidak melayani masyarakat akan disebut Pelanggar HAM,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau agar kembali pada diri sendiri, kalau tidak dilayanani dengan baik, bagaimana perasaan kita, ucapnya saat itu. Maka dirinya menegaskan bahwa saat ini adalah momentum untuk Instansi dan Institusi terkait untuk berbenah menuju lebih baik lagi.

“Kita sekarang punya momentum bahwa kita siap nelayani dengan baik. Ini bukan hanya sekedar acara seremonial, karena ini harganya mahal. Terlalu banyak uang rakyat yang kita pakai untuk kegiatan ini. Ini adalah uang publik. Publik membiayaai kita untuk ini dan publik hanya minta dilayani dengan baik sebagai balasannya,” urainya.

”Karena itu, ini bukan acara seremonial tapi upaya kita mewujudkan situasi kerja yang otentik, artinya kita adalah budak masyarakat, pelayan masyarakat, abdi negara. Mari kita melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

 

About Lukamnul Hakim, S.Kom